Bagi yang membutuhkan prolog, bisa baca dulu di [J0] Prolog, Sebagai Jobseeker ya! Jika kalian jobseeker, pasti tidak asing dengan Jobstreet, kan? Yap. Platform kerjaan yang liat lowongan, klik, isi deskrispsi diri, apply, dan lupakan! Namun, tak jarang jobseeker kepo dengan cara kerja Jobstreet. Ada yang sering kepanggil, ada yang sesekali kepanggil, ada yang boro-boro kepanggil. Kadang juga kalau dapat email atau telepon, sering lupa ini posisi apa, lamar di jobstreet dengan deskripsi apa…
Aku mendaftar RnD Pura Group Kudus ini melalui Jobstreet. Diminta untuk melengkapi data diri di website rekrutmennya. Seingetku, banyak banget yang harus diisi. Selang dua minggu, aku dapat email untuk psikotes dan wawancara. Psikotes tentu saja online, menginstall aplikasi di ponsel. Seingetku, ada 3 bab dalam psikotes, yaitu mencari kesamaan, misal AaBpQ di jawaban juga harus klik yang AaBpQ, soal cerita matematika sederhana, dan satunya kelupaan sih. Selang beberapa jam dari psikotes, dapat email untuk interview esok harinya. Wow sangat cepat. Interview dilakukan dengan 3 HR, yaitu Mbak Nana, Pak Richardo, dan satunya aku lupa. Wawancara mendasar kok, ditanya tentang diri sendiri, kuliah, organisasi, magang, alasan kenapa daftar sini, kerjaan di RnD ngapain aja, dan kelemahan kelebihan.
Selang dua jam setelah wawancara hari Kamis, sekitar jam enam sore, langsung dapat whatsapp, kalau lolos interview HR dan diminta ke Kudus untuk interview Direksi! Wah. Campur aduk rasanya. Excited sih, tapi ya kelabakan karena ini sedang pandemi, aku juga tidak ada mobil sehingga harus sewa. Dengan bantuan Ibu, akhirnya dapat juga sewa mobil tetangga.
Belum selesai dramanya, Jumat diminta untuk Rontgen paru-paru. Aku datang ke Klinik Prodia dan ternyata, jika hasil rontgen hari itu juga, harus cek sebelum jam 10 pagi. Kalian tau? Aku datang jam 10.05, hahahah. Setelah telepon dengan pihak HR, akhirnya dapat keringanan untuk rapid. Oke, akhirnya sih langsung rapid di RS Cakra Husada, lumayan 30 menit selesai.
Hari Sabtu pun aku berangkat ke Kudus jam 3 pagi. Pagi amat? Iya, rumah ke Kudus take times 5 jam jika tidak lewat tol. Belum, dramanya belum sesesai. Sampai di daerah Salatiga, sopirnya ngeyel nggak mau lewat tol. Aku pun ngeyel kalau engga lewat tol, aku akan telat. Akhirnya aku maksa lewat tol. Nah, betul sekali. Aku datang 10 menit sebelum wawancara.
Selama 10 menit itu, aku menunggu di galeri produknya Pura Group. Wah, keren, banyak banget produknya! Ada kenalan juga, laki-laki seumuran yang mendaftar di bagian IT. Waktunya wawancara. Saat itu yang mewawancara ada Pak Direksi, Pak HR, dan Pak HR. Udah deg-degan tuh, takut ditanyain teknis karena jujur saja aku engga begitu pintar secara teknis. Secara gitu ini wawancara direksi. Ternyata…
Pertama, diminta untuk memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris. Kedua, ditanyain tentang skripsi. Ketiga, waktu Pak Direksi bertanya, pertanyaannya membagongkan. Kamu udah pacaran? Berapa lama? Ketemu di mana? Sekarang dia kerja di mana? Mau nikah kapan? Mau hamil kapan? Wah, kalau kamu kerja di sini lalu nikah, gimana dong? Kamu ada rencana nikah engga?
Iya teman, wawancara direksi enggak se-horor yang kalian bayangkan. Wawancara berlangsung cukup singkat, sekitar 15 menit. Sepertinya beliau sibuk ya. Selanjutnya, aku menunggu 30 menit untuk wawancara dengan HR Unit. Pertanyaan HR unit enggak teknis juga sih, seputar diri sendiri. Engga lama juga, malah lebih singkat daripada wawancara HR direksi. Setelah itu, aku pulang.
Sedikit informasi, di Pura Group kerjanya Senin-Jumat (full) dan Sabtu (setengah hari), sebelum wawancara juga dapat informasi dari temen kos yang kebetulan banget kerja di Pura Group! Seminggu, dua minggu, tiga minggu, tiada kabar, pun aku melupakannya