Beberapa bulan belakangan, ada beberapa keputusan yang haru diambil.
Membuatku merenungi, bagaimana keputusan dan konsekuensi itu menuntun ke arah
yang lebih baik mendekati rencana Tuhan, atau menjauhkan dari rencana.
Sedang hujan, waktu yang pas untuk menulis. Aku percaya, bahwa Tuhan
mempunyai rencana untuk masing-masing umat-Nya. Pasti beda. Saudara kembar pun,
walau ada di kandungan di waktu yang sama, diberikan rencana yang berbeda, bukan?
Kita ada di sebuah ruangan. Ada banyak pintu, dengan bentuk, ukuran,
warna, dan detail yang sama. Ruangan tersebut ada segala hal yang bisa kita
gunakan untuk mencari informasi, sebut saja ponsel, Wi-Fi, buku, dan laptop.
Ruangan itu adalah saat kita harus mengambil suatu keputusan. Pintu-pintu itu
adalah pilihan yang harus diambil. Kita nggak ngerti, apa yang ada di balik
pintu tersebut, tetapi ada sedikit informasi yang bisa didapatkan dari
barang-barang di ruangan.
Ada berbagai peluang yang muncul. Jika kita memilih pintu A, mungkin
akan muncul ruangan yang sama, bisa saja keputusan itu tidak berpengaruh bagi
kita, sehingga ditempatkan di ruang yang sama. Jika kita memilih pintu B,
mungkin akan dihadapkan ruangan yang berbeda, bisa saja keputusan itu
berpengaruh bagi kita, sehingga kita ditempatkan di ruang yang baru. Jika kita
memilih pintu C, mungkin akan dihadapkan dengan jalan, entah jalan yang
berkelok, atau jalan yang lurus. Namun, apakah yang ada di ujung jalan? Apakah
itu sebuah ruangan? Atau pintu yang menuju tempat lain?
Ingat, Tuhan mempunyai rencana bagi kita. Apakah pintu tersebut akan
membawa kita mendekat ke akhir rencana? Apakah pintu tersebut menuju ke akhir
rencana, tapi harus melewati jalan lain? Apakah pintu tersebut menjauhi akhir
rencana, sehingga kita harus melewati pintu lain agar kembali mendekat?
Atau… Ketika kita membuka pintu yang tepat, telah sampai di akhir
rencana Tuhan? Tidak ada yang bisa memprediksikan. Tugas kita saat ini adalah
membuka satu per satu pintu, menikmati kehidupan, dan berpegang pada-Nya.
Tok..Tok..Tok.. Ah, ada yang mengetuk pintu. Apakah akan ada seseorang
yang menemaniku dalam ruangan ini?