Langsung ke konten utama

Tentang Pengambilan Keputusan

Seo Dal Mi adalah karakter yang diperankan oleh Mbak Suzy di drama Start Up. Hingga tulisan ini dibuat, masih on going hingga episode 10. Ada satu hal yang sangat ditonjolkan pada diri Dal Mi-ssi. Selama aku nonton drama korea, jarang sih ada suatu hal khas yang ditonjolkan di satu karakter yang sampai menggelitik diri sendiri.

Pengambilan keputusan. Dal Mi-ssi tidak pernah menyesali apa keputusan yang telah dia ambil. Banyak hal yang mungkin menguntungkan kalau dia mengambil keputusan lain. Misalnya, jika dia memilih ibunya, dia akan mendapat privilege berupa kekayaan, pendidikan, dan lingkungan. Jika dia memilih meneruskan kuliah, ada kemungkinan dia bisa beberapa langkah lebih maju. Jika dia memilih tidak keluar dari kerjaan, pasti dia masih asik kerja di perusahaan itu.

Namun, Dal Mi-ssi tidak mengambil keputusan itu. Hingga episode ini, dia tidak menyesali keputusan yang telah dia ambil. Dia malah ingin membuktikan, ini loh keputusanku gak salah, malah jauh lebih baik daripada yang kalian pikirkan.

Saat mengambil keputusan, tidak ada yang salah, tidak ada yang benar. Hanya saja, konsekuensi setelah mengambil keputusan itu lah yang membedakan. Namanya juga hidup, setidaknya sekali pernah dihadapkan untuk mengambil keputusan.

Konsekuensi yang akan didapatkan bisa diperkirakan. Salah satunya dengan mencari referensi terlebih dahulu sebagai pertimbangan untuk keputusan yang akan diambil.

Misalnya, ketika ada yang mengundang wawancara di kota X saat pandemi yang jaraknya 500 km dari domisili, apakah harus diambil? Atau ditolak? Bisa dijadikan pertimbangan tentang, apakah di kota itu ada saudara atau teman yang bisa jadi tempat bernaung semalam? Jika ditolak, apakah akan ada kesempatan yang sama di masa depan? Bagaimana transportasi ke sana? Kesehatan dan nyawa cukup dipertaruhkan untuk perjalanan lintas provinsi di tengah pandemi? Wawancara ini di tahap ke berapa dari rangkaian rekruitmen?

Banyak konsekuensi yang muncul, kan? Aku yakin, pasti ada ruang dalam diri Dal Mi-ssi, walau pun sedikit, ada penyesalan kenapa dia ambil keputusan terkait. Namun, ruang lain, yang menerima keputusan berserta konsekuensinya, pasti lebih luas. Lebih legowo dalam menghadapi konsekuensi.

Selama ini, terkadang menyesali hal-hal yang sudah berlalu. Ingin berguru pada Dal Mi-ssi, bagaimana cara melapangkan diri terhadap konsekuensi pengambilan keputusan. Aku percaya, bagaimana cara mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensi itu, akan membentuk pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.

Satu hal yang aku pegang teguh hingga saat ini. Tidak ada kata salah dan benar dalam pengambilan keputusan. Semua ada konsekuensinya. Tuhan mempunyai rencana untuk umat-Nya, semua keputusan itu adalah bagian dari rencana Tuhan. Keputusan itu layaknya pintu yang menunjukkan jalan selanjutnya.

Nah, dari keputusan yang diambil, pintu akan terbuka, menunjukkan pintu lainnya, entah itu merupakan pintu yang membawa ke akhir rencana dengan jalan lebih dekat, atau pintu yang membawa ke jalan lain yang harus memutar sebelum mencapai akhir rencana.